Pemanfaatan Media Sosial sebagai Strategi Penjualan Pada Khansa Gorden

Redaksi MacanSumatra
9 Okt 2026 16:09
6 menit membaca

Di era digital yang terus berkembang, media sosial telah menjadi salah satu sarana penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, serta mengembangkan usahanya.

Kemudahan dalam berkomunikasi dan memasarkan produk melalui platform digital membuat media sosial semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM.

Selain mempromosikan produk, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan media sosial untuk membangun hubungan dengan konsumen dan memperkenalkan identitas usahanya kepada masyarakat luas.

Penggunaan media sosial memberikan peluang bagi UMKM untuk melakukan kegiatan pemasaran dengan cara yang lebih mudah dan fleksibel.

Melalui platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp, pelaku usaha dapat menampilkan produk, memberikan informasi mengenai harga dan promosi, serta berkomunikasi secara langsung dengan calon konsumen.

Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya mengandalkan promosi secara langsung atau dari mulut ke mulut, tetapi juga memanfaatkan media digital untuk menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar usahanya.

Salah satu contoh UMKM yang dapat memanfaatkan media sosial dalam mengembangkan usahanya adalah Khansa Gorden.

Sebagai usaha yang bergerak di bidang penyediaan dan pemasangan gorden, Khansa Gorden dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan berbagai produk kepada calon pelanggan, menampilkan hasil pemasangan, serta membangun komunikasi dengan konsumen.

Penggunaan media sosial juga dapat membantu Khansa Gorden memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya tarik produknya di tengah persaingan usaha yang semakin berkembang.

Khansa Gorden memiliki dua Lokasi di Padang, yaitu di jalan Pasar Raya, kel. Kampung Jao, Kec. Padang Barat dan jalan raya Balai Gadang, Kec. Koto Tangah.

Keberadaan toko pada lokasi tersebut mendukung kemudahan konsumen dalam memperoleh informasi serta memilih produk gorden yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain menyediakan dan memasang gorden,toko ini juga menyediakan jasa lainnya seperti pemasangan

Toko Khansa Gorden cabang Koto Tangah, Lubuk Minturun (Sumber : Dokumentasi Hamid)

wallpaper,lantai vinil,interior rumah,dan molding dinding.

Khansa Gorden menawarkan beragam produk dan layanan sehingga pemilik usaha perlu memanfaatkan media sosial untuk mendukung kegiatan pemasaran.

Pemilik usaha dapat menampilkan produk seperti gorden, wallpaper, lantai vinil, interior rumah, dan molding dinding melalui konten digital.

Melalui konten tersebut, Khansa Gorden membantu calon konsumen mengenali bentuk produk dan melihat hasil pekerjaannya sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk atau menggunakan layanan yang ditawarkan.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Khansa Gorden tidak hanya mengandalkan pemasaran secara langsung, tetapi juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada masyarakat.

Media sosial dapat digunakan untuk menampilkan berbagai pilihan desain gorden, hasil pemasangan, informasi layanan, serta promosi yang ditawarkan kepada konsumen.

Berdasarkan kondisi tersebut, pemanfaatan media sosial pada Khansa Gorden menjadi hal yang menarik untuk dikaji, khususnya dalam melihat bagaimana media sosial digunakan sebagai sarana promosi, penyampaian informasi, dan komunikasi dengan konsumen.

Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemanfaatan media sosial dalam mendukung kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha Khansa Gorden.

Manfaat penggunaan media social bagi umkm

Dalam konteks Khansa Gorden, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk melihat produk, tetapi juga dapat membantu konsumen dalam proses menentukan pilihan.

Salah seorang pelanggan Khansa Gorden, Pak Abizar, menyampaikan bahwa berbelanja di Khansa Gorden memberikan pengalaman yang memuaskan karena konsumen dapat memilih produk yang diinginkan melalui media sosial toko.

Selain itu, Khansa Gorden juga memberikan beberapa pelayanan gratis kepada konsumen, seperti konsultasi, survei langsung ke rumah, dan layanan pemasangan.

Pelayanan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi konsumen karena proses pemilihan produk tidak hanya dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia di media sosial, tetapi juga dapat didukung oleh layanan secara langsung.

Dengan demikian, pemanfaatan media sosial bagi UMKM tidak hanya memberikan manfaat dalam hal promosi, tetapi juga dapat mendukung proses komunikasi, penyampaian informasi, pengenalan produk, dan pelayanan kepada konsumen.

Bagi Khansa Gorden, media sosial dapat menjadi salah satu sarana yang mendukung kegiatan pemasaran dengan menampilkan produk dan hasil pekerjaan sekaligus memberikan informasi mengenai layanan yang tersedia.

Pemilik Khansa Gorden, Pak Betori (Sumber : Hamid doxc)

Pak Betori, selaku pemilik usaha Khansa Gorden mengatakan bahwa untuk mempermudah konsumen, mereka telah membuat e-commorce atau aplikasi khusus bagi konsumen Khansa gorden yang di dalamnya terdapat rincian barang-barang dan harga yang tersedia di dalam toko.

Aplikasi Siplah dibuat agar konsumen bisa memilih atau membeli produk yang diinginkan tanpa harus ke toko langsung.

Selain meningkatkan penjualan, Pak Betori juga merasakan manfaat lain dari penggunaan media sosial, yaitu semakin luasnya jangkauan pemasaran Khansa Gorden.

Sebelum memanfaatkan media sosial, pelanggan Khansa Gorden pada umumnya berasal dari wilayah sekitar Kota Padang.

Namun, setelah aktif menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran, Khansa Gorden mulai memperoleh pelanggan dari berbagai daerah di luar Padang.

Hal ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berperan dalam meningkatkan penjualan, tetapi juga membantu memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan Khansa Gorden kepada pelanggan dari berbagai wilayah.

Tantangan Penggunaan Media Sosial bagi UMKM

Meskipun penggunaan media sosial dan teknologi digital memberikan berbagai manfaat bagi kegiatan usaha, penerapannya juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan.

Salah satu tantangan yang ditemukan pada Khansa Gorden berkaitan dengan pengelolaan dan ketersediaan stok produk.

Ibu Anim, selaku salah seorang karyawan Khansa Gorden, menjelaskan bahwa proses pembuatan tirai meliputi beberapa tahapan, mulai dari pengukuran, pemilihan dan pemotongan kain, proses menjahit, hingga pemasangan aksesoris pada tirai.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Penulis sedang berbincang dengan salah satu karyawan Khansa Gorden (Sumber : Dokumentasi Hamid)

Selain proses produksi, Ibu Anim juga mengungkapkan bahwa terdapat tantangan dalam melakukan pendataan stok antara produk yang tersedia di e-commerce dengan stok yang tersedia di toko.

Terkadang terdapat perbedaan antara jumlah stok yang tercatat pada e-commerce dengan kondisi stok yang sebenarnya di toko.

Perbedaan tersebut dapat menjadi kendala karena informasi mengenai ketersediaan produk yang diterima konsumen harus sesuai dengan kondisi barang yang tersedia.

Dalam menjaga ketersediaan produk, Khansa Gorden juga perlu mempertimbangkan jenis barang yang paling banyak diminati oleh konsumen.

Ibu Anim menjelaskan bahwa pihak toko lebih banyak menjaga ketersediaan produk yang biasanya dibeli oleh konsumen.

Sementara itu, untuk produk tertentu yang memiliki permintaan khusus atau kualitas yang lebih tinggi, pihak toko akan melakukan pemesanan apabila terdapat permintaan dari konsumen.

Hal tersebut dilakukan agar ketersediaan barang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen sekaligus menghindari penumpukan stok yang kurang diminati.

Pada akhirnya, keberlangsungan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kejujuran, tanggung jawab, kualitas pelayanan, serta kemampuan menjaga kepercayaan konsumen.

Kepercayaan yang dibangun melalui pelayanan yang baik dan konsisten menjadi salah satu dasar penting bagi usaha untuk mempertahankan pelanggan dan berkembang dalam jangka Panjang.

Pak Betori, selaku pemilik usaha Khansa Gorden, menambahkan bahwa salah satu hal terpenting yang diterapkan dalam menjaga keberlangsungan usahanya adalah dengan mempertahankan integritas.

Menurutnya, kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab merupakan nilai yang harus dipegang teguh dalam menjalankan usaha. Menjaga kepercayaan konsumen menjadi salah satu prioritas utama karena kepercayaan merupakan dasar dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Hal tersebut diwujudkan melalui upaya memberikan produk dengan kualitas terbaik, memaksimalkan pelayanan, serta menjaga komitmen terhadap setiap konsumen.

Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, Khansa Gorden berupaya mempertahankan kepuasan dan kepercayaan pelanggan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan yang semakin berkembang.

Penulis: Abdul Hamid

Mahasiswa Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas

Penerbit: Amelia Suryani C.ILJ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    x