Tangkapan layar video yang beredar di media sosial terkait dugaan seorang guru mengeluarkan siswa dari ruang kelas di SD Negeri 18 Tebing Tinggi, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan.PESISIR SELATAN — Sebuah rekaman dari ruang kelas di SD Negeri 18 Tebing Tinggi, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, kini menyeret perhatian publik ke persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar Video Guru Usir Siswa viral
Dugaan seorang guru mengeluarkan siswa dari kelas memunculkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu ruang belajar dan bagaimana sekolah memastikan anak tetap berada dalam lingkungan pendidikan yang aman.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026. Rekamannya kemudian menyebar melalui media sosial, salah satunya lewat akun Instagram Kabarminang.com.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan memilih belum menjatuhkan kesimpulan. Institusi itu mulai menelusuri kejadian dengan menggerakkan pengawas sekolah untuk memeriksa persoalan di lapangan.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Edi Sumarteen, mengatakan pengawas sekolah langsung dihubungi setelah informasi mengenai kejadian tersebut diketahui.
“Begitu kejadian berlangsung, kami langsung menghubungi pengawas binaan yang bertugas di sekolah tersebut,” ujar Edi, Selasa, 1 September 2026.
Di tengah derasnya reaksi media sosial, satu hal menjadi krusial: potongan video tidak boleh serta-merta berubah menjadi ruang pengadilan publik.
Dinas Pendidikan Pesisir Selatan hingga Selasa belum memastikan latar belakang maupun sumber persoalan. Pengawas sekolah telah melakukan langkah awal berupa mediasi terhadap pihak-pihak terkait, sementara Disdik menunggu laporan hasil proses tersebut.
“Untuk sementara kami menunggu hasil mediasi dari pengawas,” kata Edi.
Sikap berhati-hati itu penting. Namun, kasus yang sudah masuk ke ruang publik juga menuntut penanganan yang transparan. Mediasi semestinya tidak berhenti pada upaya meredakan konflik, tetapi juga harus mampu menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dan memastikan hak siswa tetap terlindungi.
Edi mengatakan Dinas Pendidikan akan turun langsung ke sekolah setelah menerima hasil mediasi dari pengawas.
“Setelah hasil mediasi kami terima, kami akan turun langsung untuk melihat bagaimana proses mediasi yang dilakukan pengawas terhadap sekolah binaannya,” jelasnya.
Di titik inilah kehati-hatian pemberitaan diperlukan. Kendati video yang beredar memunculkan dugaan seorang siswa dikeluarkan dari ruang kelas, Dinas Pendidikan belum menetapkan siapa yang bersalah maupun apa pemicu peristiwa tersebut.
Bahkan, Edi menyatakan pihaknya masih mendalami apakah persoalan berkaitan dengan siswa atau justru melibatkan tenaga pendidik.
“Kami belum bisa menyimpulkan persoalannya sekarang. Apakah masalahnya terjadi antara siswa dengan siswa atau melibatkan guru dengan guru. Kami masih menunggu hasil konfirmasi dari pengawas,” ungkap Edi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa gambaran yang beredar melalui media sosial belum cukup untuk menjelaskan keseluruhan peristiwa. Pemeriksaan terhadap guru, siswa, saksi, serta pihak sekolah menjadi penting agar keputusan tidak dibangun hanya berdasarkan potongan rekaman.
Terlepas dari apa yang nantinya ditemukan, munculnya persoalan dari sebuah ruang kelas semestinya menjadi alarm bagi institusi pendidikan.
Sekolah bukan hanya tempat menyampaikan mata pelajaran. Di sana ada relasi kuasa antara orang dewasa dan anak, ada tanggung jawab profesional tenaga pendidik, serta hak siswa memperoleh proses pendidikan dalam lingkungan yang kondusif.
Karena itulah hasil penelusuran Disdik menjadi penting. Publik membutuhkan fakta, sementara pihak-pihak yang terekam dalam video juga berhak memperoleh pemeriksaan yang adil tanpa lebih dahulu dihukum oleh opini media sosial.
“Insyaallah, setelah hasilnya kami terima, persoalan ini akan kami telusuri lebih lanjut untuk mengetahui sumber dan titik permasalahannya,” pungkas Edi.
Kini bola berada di tangan Dinas Pendidikan Pesisir Selatan. Yang dipertaruhkan bukan sekadar bagaimana sebuah video viral mereda, tetapi apakah persoalan di balik rekaman itu dapat dibuka secara utuh, diselesaikan secara adil, dan—yang paling penting—menjamin ruang kelas tetap menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar.
Dj/ RF biro Pesisir Selatan


Tidak ada komentar