PESISIR SELATAN – Bawaslu Pesisir Selatan Perkuat konsolidasi demokrasi melalui kunjungan dan audiensi bersama Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Pesisir Selatan, Suherman, M.A., guna mendorong partisipasi penyandang disabilitas dalam proses demokrasi yang inklusif.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 itu dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Baim, S.H., bersama Nurmaidi, Kepala Sekretariat Rinaldi, serta jajaran staf sekretariat.
Bawaslu Pesisir Selatan Perkuat Demokrasi Inklusif
Dalam suasana penuh keakraban, rombongan Bawaslu berdiskusi langsung dengan Suherman mengenai berbagai isu demokrasi, kepemiluan, serta pemenuhan hak-hak politik penyandang disabilitas.
Anggota Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Baim, S.H., mengatakan bahwa pihaknya terus membuka ruang dialog dengan seluruh lapisan masyarakat guna memperoleh masukan dan evaluasi dalam rangka memperkuat kualitas demokrasi.
“Bawaslu tidak pernah berhenti untuk terus beraudiensi, bertukar pikiran, menerima masukan, serta berbagi informasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam kehidupan demokrasi dan kepemiluan. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak mereka harus menjadi perhatian seluruh pihak agar pelaksanaan pemilu berlangsung secara inklusif dan berkeadilan.
Hal tersebut sejalan dengan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk menjadi pemilih, calon anggota legislatif, calon presiden dan wakil presiden, hingga penyelenggara pemilu.
Selain itu, jaminan konstitusional juga tertuang dalam UUD 1945 yang menegaskan kesetaraan seluruh warga negara di hadapan hukum dan pemerintahan tanpa diskriminasi, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Pesisir Selatan juga menyampaikan rencana menghadirkan Suherman sebagai narasumber dalam program Podcast “Baraja Pemilu” guna membahas lebih jauh berbagai persoalan dan kebutuhan penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan pemilu.
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Suherman. Ia menyatakan kesediaannya untuk menjadi pembicara dan berbagi pengalaman serta pandangannya terkait demokrasi yang ramah bagi kelompok disabilitas.
Baim menambahkan, keterlibatan kelompok disabilitas bukanlah hal baru bagi Bawaslu Pesisir Selatan. Pada tahapan Pemilu dan Pilkada 2024, Bawaslu secara aktif melibatkan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan sosialisasi, pendidikan pemilih, evaluasi, serta penyusunan rekomendasi perbaikan penyelenggaraan pemilu.
“Dengan keterlibatan aktif kelompok disabilitas, kita berharap pelaksanaan pemilu ke depan semakin inklusif, partisipatif, dan bebas dari praktik diskriminasi,” katanya.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan berharap seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, dapat memperoleh kesempatan yang setara dalam menjalankan hak dan kewajiban politiknya demi terwujudnya demokrasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Penulis: Dj/Ar
Tidak ada komentar