Negara Pindahkan 218 Napi High Risk ke Nusakambangan, Jaringan Kriminal Dibidik

Redaksi MacanSumatra
24 Apr 2026 00:25
2 menit membaca

CILACAP, 23 April 2026 – Pemerintah memindahkan 218 narapidana kategori high risk ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan sebagai langkah tegas memutus kendali jaringan kejahatan yang masih beroperasi dari dalam lapas.

Aparat gabungan memberangkatkan para narapidana dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, pada Kamis malam pukul 21.15 WIB dengan pengawalan ketat dan bersenjata lengkap.

Narapidana berasal dari lima provinsi. Riau menyumbang terbanyak, 103 orang. Disusul Sumatera Utara 44 orang dan Jambi 42 orang. Sementara itu, Sumatera Selatan 11orang dan Lampung masing-masing 18 orang.

Pemerintah menegaskan pemindahan ini bukan sekadar rotasi. Langkah ini merupakan operasi strategis untuk memutus jaringan kriminal, terutama peredaran narkotika yang mereka kendalikan dari dalam lapas.

“Kami memindahkan napi high risk ke Nusakambangan untuk memutus kendali jaringan kriminal dari dalam lapas. Negara tidak memberi ruang bagi pelaku untuk terus beroperasi,” tegas otoritas pemasyarakatan.

Selain memutus jaringan kejahatan, langkah ini juga menekan overkapasitas yang selama ini membebani sejumlah lapas di wilayah Sumatera.

Otoritas pemasyarakatan menyebut Nusakambangan memiliki sistem pengamanan berlapis dengan tingkat isolasi tinggi. Petugas menempatkan sejumlah narapidana dalam sistem satu orang satu sel guna meminimalisir komunikasi ilegal dengan pihak luar.

Setibanya di pelabuhan, petugas langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dan verifikasi identitas seluruh narapidana untuk memastikan tidak terjadi kesalahan administrasi maupun potensi gangguan keamanan.

Setelah seluruh proses selesai, petugas segera menyeberangkan para narapidana menggunakan kapal menuju Nusakambangan.

Operasi pemindahan berlangsung lancar hingga tengah malam tanpa gangguan berarti.

Pemerintah menargetkan langkah ini memutus rantai kendali kejahatan dari dalam lapas sekaligus menekan angka kriminalitas nasional secara signifikan.

Reporter: Fajar Gazali

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x