Guru besar bersama dewan guru dan murid yang bernama MR.CRISTOPER berasal di negara CANADAPariaman – Perguruan Pencak Silat Harimau Putih berpusat di Rumah Gadang Pauh, Kota Pariaman. Perguruan ini terus melestarikan budaya Minangkabau dan menarik perhatian masyarakat internasional.
Guru Besar Pencak Silat Harimau Putih, Bagindo Vedrik Hengky, SE (Rajo Bijo), menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Pencak silat juga menjadi sarana menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Menurutnya, pencak silat berperan penting dalam membentuk karakter. Seni bela diri ini juga menanamkan disiplin serta memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Pada kegiatan yang berlangsung di Rumah Gadang Pauh, perguruan menyambut sejumlah peserta dan tamu mancanegara. Mereka datang untuk mempelajari seni bela diri tradisional Minangkabau.
Salah satu peserta adalah Miss Lucyana dari Prancis. Kehadirannya menunjukkan bahwa pencak silat Minangkabau memiliki daya tarik hingga ke Eropa.
Selain itu, perguruan juga menerima Mr. Cristoper dari Kanada. Bersama dewan guru dan murid lainnya, ia mengikuti berbagai materi serta latihan. Kegiatan tersebut memperkenalkan teknik dan filosofi Pencak Silat Harimau Putih.

Tamu dari Negeri Sembilan, Malaysia, juga menghadiri kegiatan tersebut. Kunjungan ini mempererat hubungan budaya serumpun. Selain itu, kegiatan ini turut memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat internasional.
Bagindo Vedrik Hengky berharap semakin banyak generasi muda dan masyarakat dunia mengenal pencak silat. Ia juga mengajak mereka mempelajari warisan budaya bangsa Indonesia tersebut.
“Melalui pencak silat, kita tidak hanya belajar bela diri. Kita juga memahami nilai adat, sopan santun, persaudaraan, serta penghormatan terhadap budaya yang para pendahulu wariskan,” ujarnya.
Perguruan Pencak Silat Harimau Putih berkomitmen menjaga dan mengembangkan seni bela diri tradisional ini. Perguruan juga terus memperkenalkan budaya Minangkabau kepada generasi mendatang dan masyarakat dunia.
Repoter : Fajar Gazali
Editor : Amelia Suryani C.ILJ


Tidak ada komentar