Maroon’s Voice Mentawai kembali menunjukkan kiprahnya dalam melestarikan budaya daerah melalui lagu berjudul Oleiku Ku Agai Ekeu. Grup vokal yang beranggotakan Yance Sakerebau, Yan F. Sababalat, dan Joice E. Samaloisa ini berhasil menarik perhatian masyarakat. Mereka mengangkat bahasa dan identitas budaya Mentawai melalui karya musik yang berkualitas.
Maroon’s Voice menghadirkan nuansa khas Mentawai melalui lagu Oleiku Ku Agai Ekeu https://youtu.be/9uMyG8uTh7Y?si=R41SCTbpET4gwsKR yang mereka rilis pada 18 Juni 2024. Selain itu, para personel memadukan harmonisasi vokal yang kuat dengan pesan budaya yang mendalam. Karena itu, lagu tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah.

Di bawah manajemen Franky Manulang, Maroon’s Voice terus menghadirkan karya yang mengangkat identitas budaya lokal. Grup ini juga membuka ruang bagi generasi muda Mentawai untuk mengembangkan bakat di bidang musik. Dengan demikian, mereka dapat memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, video musik Oleiku Ku Agai Ekeu menampilkan keindahan alam dan kehidupan masyarakat Mentawai. Penonton dapat melihat suasana pantai, perkampungan tradisional, serta berbagai aktivitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, video tersebut semakin memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan.
Franky Manulang menjelaskan bahwa Maroon’s Voice tidak hanya fokus menghasilkan karya musik. Lebih dari itu, grup tersebut berupaya menjaga budaya Mentawai agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ia juga berharap generasi muda semakin bangga menggunakan bahasa dan budaya daerah dalam berbagai karya kreatif.
Saat ini, jumlah penayangan lagu tersebut terus meningkat. Bahkan, karya itu telah mendapat perhatian dari penikmat musik daerah di berbagai wilayah. Dengan capaian tersebut, Maroon’s Voice optimistis dapat terus berkembang dan menghasilkan karya baru yang lebih berkualitas.
Ke depan, Maroon’s Voice ingin memperkenalkan budaya Mentawai kepada khalayak yang lebih luas. Melalui musik, mereka membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya saing di era digital. Karena itu, Maroon’s Voice terus berkarya dan aktif memperkenalkan warisan budaya Mentawai kepada generasi muda agar tetap lestari di masa depan.
Repoter : Fajar Gazali


Tidak ada komentar