Presiden Prabowo Subianto bertemu SBY dan Jokowi di Istana Merdeka membahas situasi geopolitik dunia dan konflik Iran-AS.Jakarta — Pertemuan SBY Jokowi Prabowo Iran di Istana Merdeka menjadi perhatian publik karena membahas dampak perang Iran-AS terhadap stabilitas global dan Indonesia.
Selanjutnya, pertemuan berlangsung pada Selasa (3/3/2026) malam. Presiden Prabowo Subianto mengundang para tokoh bangsa untuk makan malam sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan geopolitik dunia.
Dalam unggahan di akun X pada Rabu (4/3/2026), Jokowi menjelaskan bahwa diskusi tersebut menjadi forum penting. Para tokoh bertukar pandangan tentang arah strategis Indonesia di tengah dinamika global.
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Mereka membahas konflik Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi stabilitas global.
“Dalam dialog bersama Presiden @prabowo dan para tokoh bangsa di Istana, kami bertukar pandangan. Kami memastikan arah strategis Indonesia tetap kokoh dengan kepentingan nasional sebagai prioritas utama,” tulis Jokowi.
Selain itu, Jokowi menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi kekuatan utama Indonesia. Oleh karena itu, persatuan menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan negara.
SBY menilai konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Gaza.
Menurutnya, dunia sedang mengalami perubahan besar dalam tatanan global. Banyak negara kini lebih mengutamakan kepentingan nasional dibandingkan kerja sama multilateral.
SBY juga menyoroti melemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, ia menilai beberapa negara kuat mulai mengabaikan hukum internasional.
“PBB saat ini melemah. Hukum internasional sering tidak diindahkan. Akibatnya seolah-olah apa pun boleh dilakukan,” kata SBY.
Ia mengingatkan bahwa konflik yang tidak terkendali dapat memicu tragedi kemanusiaan baru di berbagai wilayah dunia.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa Presiden Prabowo mengundang para presiden terdahulu untuk berdiskusi mengenai kondisi geopolitik dunia.
Prabowo ingin mendengar masukan dan saran dari para tokoh tersebut. Masukan itu menjadi bahan pertimbangan untuk merumuskan langkah mitigasi bagi Indonesia.
Sementara itu, konflik di Timur Tengah terus meningkat. Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu balasan dari Teheran.
Selain itu, Iran melancarkan serangan ke sejumlah wilayah. termasuk Bahrain, Israel, Kuwait, Abu Dhabi, Yordania, dan Arab Saudi.
Ketegangan tersebut juga memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Situasi di Selat Hormuz ikut memperburuk pasar energi global.
Banyak negara kini mengamati perkembangan konflik tersebut. Eskalasi yang lebih luas dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Sumber : ABK Aceh
Editor : Amelia Suryani C.ILJ


Tidak ada komentar