Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima audiensi pengurus Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di Gedung C Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/2/2026).JAKARTA — Wamen Viva Yoga AKSI kembali menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan kepala desa dalam membangun kawasan transmigrasi. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di Gedung C Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima audiensi pengurus AKSI di Gedung C Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ketua Umum DPP AKSI Irawadi mengatakan organisasi ini secara khusus menghimpun para kepala desa, terutama yang wilayah administrasinya berada di kawasan transmigrasi. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya kolaborasi aktif dengan pemerintah pusat agar pembangunan desa berjalan terarah.
“AKSI hadir sebagai wadah kepala desa yang ingin membangun wilayahnya secara konkret, khususnya desa-desa di kawasan transmigrasi,” ujar Irawadi.
Sekretaris Jenderal AKSI Eko Mulyadi menambahkan, AKSI telah memiliki kepengurusan di berbagai provinsi dan kabupaten. Organisasi ini ingin membangun komunikasi berkelanjutan dengan Kementerian Transmigrasi terkait penguatan pembangunan desa.
Menanggapi hal tersebut, Wamen Viva Yoga AKSI disambut positif oleh Viva Yoga Mauladi. Ia menilai AKSI telah menerapkan manajemen organisasi modern, termasuk penggunaan teknologi informasi dan struktur kelembagaan yang rapi.
“Modernisasi organisasi menjadi keharusan dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa,” kata Viva Yoga.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 1.231 desa di 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional dan 3.513 desa di 109 kawasan transmigrasi prioritas kementerian. Desa-desa tersebut, kata dia, dapat mengajukan program pembangunan untuk direalisasikan oleh Kementerian Transmigrasi.
“Jika desa di kawasan transmigrasi mengajukan program, akan kita realisasikan sesuai kewenangan,” tegasnya.
Menurut Viva Yoga, program kerja Kementrans merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa, dari bawah, untuk pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja.
Ia menambahkan, sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Jumlah itu terus bertambah seiring berkembangnya kawasan transmigrasi nasional.
“Lahirnya desa menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi,” ujar mantan anggota DPR RI dua periode itu.
Jika AKSI ingin membangun desa melalui program lintas kementerian, Viva Yoga menyatakan pihaknya siap mengoordinasikan dengan kementerian terkait. Ia menilai langkah AKSI melakukan audiensi dengan Kementrans serta kementerian lain sebagai strategi tepat untuk mempercepat pembangunan desa.
“AKSI merupakan lembaga perjuangan kepala desa untuk memajukan wilayahnya,” pungkasnya


Tidak ada komentar