Panglima TNI: Konflik Global dan Hoaks Jadi Ancaman Nyata Bangsa

Redaksi MacanSumatra
20 Apr 2026 13:01
2 menit membaca

Madiun – Konflik global hoaks ancaman nyata bagi stabilitas bangsa Indonesia. Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi membacakan amanat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam upacara bendera di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Senin (20/4/2026).

Menurut Panglima TNI, dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional saat ini berkembang sangat cepat dan semakin kompleks.

Konflik global hoaks ancaman disampaikan Panglima TNI di Makorem Madiun

Kasrem 081/DSJ membacakan amanat Panglima TNI dalam upacara di Makorem 081/DSJ Madiun.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan, tetapi juga memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Ia menyoroti konflik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang hingga kini masih memanas.

Panglima TNI menegaskan konflik tersebut berdampak luas terhadap dunia, termasuk Indonesia, serta menyebut sejumlah prajurit gugur saat bertugas di perbatasan Israel–Lebanon.

Selain konflik global, Panglima TNI menegaskan bahwa hoaks menjadi ancaman serius yang tidak kalah berbahaya.

Penyebaran informasi palsu, opini menyesatkan, serta provokasi di media sosial dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Ia menegaskan bahwa banyak opini, berita bohong, dan provokasi beredar di media sosial sehingga memicu perpecahan dan permusuhan”

Ia meminta seluruh elemen bangsa menghadapi konflik global dan hoaks sebagai ancaman secara kolektif.

Ia meminta prajurit dan PNS TNI untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Selain itu, Panglima TNI juga menekankan pentingnya peran aktif prajurit dalam menjaga ruang digital tetap sehat.

Ia mendorong seluruh personel untuk menyebarkan konten positif, edukatif, dan menyejukkan sebagai bentuk kontribusi menjaga persatuan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas TNI ke depan tidak akan semakin ringan. Justru sebaliknya, tantangan akan semakin kompleks seiring perkembangan lingkungan strategis global yang terus berubah.

Dengan kondisi tersebut, profesionalisme, kewaspadaan, serta kemampuan adaptasi prajurit menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Penulis : Arwang

Edittor : Amelia Suryani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x