JAKARTA — Panggung nasional yang kini diinjak pelajar SMAN 3 Painan membawa pertaruhan lebih besar daripada sekadar mengejar trofi. Dari Pesisir Selatan, mereka datang ke Kompleks Parlemen di Jakarta sebagai wakil Sumatera Barat dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026—membawa satu pesan penting: sekolah dari daerah tak semestinya dipandang sebagai penonton dalam kompetisi pendidikan nasional.
Perjalanan itu bukan hadiah. SMAN 3 Painan merebut tiket nasional setelah keluar sebagai Juara I LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Barat. Pada babak final tingkat provinsi, tim sekolah tersebut membukukan 80 poin, mengungguli SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh dengan 75 poin dan SMAN 1 Padang dengan 65 poin.
Kini medan persaingannya berubah. Mereka tidak lagi membawa nama sekolah semata, tetapi juga Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat menghadapi para pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah tekanan kompetisi itulah Anggota DPR RI Fraksi NasDem Hj. Lisda Hendrajoni bersama Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni menemui kontingen SMAN 3 Painan di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.
Dari Painan, Menantang Panggung Nasional
Lisda memilih menyasar persoalan yang kerap muncul ketika pelajar daerah berhadapan dengan kompetitor dari kota-kota besar: kepercayaan diri.
“Jangan minder dan jangan takut bersaing. Kalian sudah sampai di tingkat nasional karena memiliki kemampuan. Tampilkan yang terbaik, tetap percaya diri dan junjung tinggi sportivitas,” ujar Lisda.
Pesan itu menjadi relevan karena keberadaan SMAN 3 Painan di tingkat nasional bukan muncul secara tiba-tiba. Kemenangan tingkat Sumatera Barat merupakan hasil proses latihan dan evaluasi setelah pengalaman kompetisi sebelumnya.
Artinya, tiket ke Jakarta tidak sekadar menandai keberhasilan sebuah tim menghafal materi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Di belakangnya terdapat proses pembinaan, disiplin, kemampuan berpikir cepat, serta keberanian menghadapi tekanan pertandingan.
LCC tingkat nasional berlangsung pada 23 hingga 27 Agustus 2026. Bagi kontingen Pesisir Selatan, rentang beberapa hari itu menjadi arena pembuktian apakah dominasi di tingkat Sumatera Barat dapat diterjemahkan menjadi daya saing di tingkat nasional.
Hendrajoni: Bukan Sekadar Menang atau Kalah
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menempatkan pencapaian tersebut dalam perspektif yang lebih panjang. Prestasi pelajar, menurut dia, merupakan bagian dari investasi membangun kualitas sumber daya manusia daerah.
“Ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang terpenting adalah keberanian membawa nama sekolah, Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat ke tingkat nasional. Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman untuk terus berprestasi,” kata Hendrajoni.
Ia meminta para peserta menjaga fokus dan konsentrasi selama kompetisi. Tekanan pertandingan, menurut pesan yang disampaikannya, tidak boleh mengikis keyakinan para siswa terhadap kemampuan mereka sendiri.
“Bawa nama Pesisir Selatan dengan kepala tegak, jawab setiap soal dengan percaya diri, dan berikan yang terbaik,” ujarnya.
Prestasi yang Menagih Kelanjutan
Keberhasilan SMAN 3 Painan sekaligus memunculkan tantangan yang lebih besar bagi dunia pendidikan Pesisir Selatan. Prestasi nasional akan memiliki dampak lebih luas apabila tidak berhenti sebagai keberhasilan satu sekolah atau satu angkatan siswa, tetapi mampu melahirkan pola pembinaan yang berkelanjutan.
Sebelum berangkat ke Jakarta, kontingen ini telah melewati pertarungan ketat di tingkat Sumatera Barat. Kini mereka memasuki arena tempat para juara dari berbagai provinsi bertemu.
Di titik itulah ukuran keberhasilan tidak hanya berada pada papan skor. Kemampuan sebuah sekolah dari Pesisir Selatan menembus kompetisi nasional telah membuka ruang pembuktian bahwa jarak geografis dari pusat kekuasaan tidak harus menjadi jarak dalam kualitas pendidikan.
Trofi tentu menjadi sasaran. Namun lebih jauh dari itu, perjalanan SMAN 3 Painan sedang menguji sesuatu yang jauh lebih penting: seberapa jauh prestasi anak-anak daerah dapat tumbuh ketika kemampuan, pembinaan, kesempatan, dan kepercayaan diri bertemu dalam ruang yang sama.
Dj/ RF biro Pesisir Selatan
Tidak ada komentar