Anggaran Terbatas, 669 Atlet Pessel Tetap Berlaga

Redaksi MacanSumatra
30 Sep 2026 11:30
Olahraga 0 22
3 menit membaca

PAINAN — Pesisir Selatan menghadapi ujian serius menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI. Di tengah keterbatasan anggaran dan lokasi pertandingan yang tersebar, Kabupaten Pesisir Selatan tetap mengirim 669 atlet untuk bertanding di 39 cabang olahraga pada 2–14 Oktober 2026.

 

Keputusan itu menempatkan KONI Pesisir Selatan pada situasi yang tidak sederhana. Jumlah atlet yang besar berarti kebutuhan kontingen ikut membesar, sementara kemampuan anggaran disebut terbatas. Pada saat yang sama, venue pertandingan yang tersebar menuntut pengaturan transportasi, akomodasi, atlet, pelatih, serta ofisial secara lebih cermat.

 

Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, menyampaikan kesiapan tersebut dalam jumpa pers bersama awak media di Kantor PWI Pesisir Selatan, Senin (28/9/2026). Ia menegaskan keterbatasan biaya tidak boleh menjadi alasan untuk menutup kesempatan atlet daerah menguji hasil pembinaan mereka.

 

“Walaupun Porprov kali ini banyak tempat lokasi bertanding, kami siap mengirimkan atlet. Uang minim, prestasi tidak minim,” tegas M. Adli.

 

669 Atlet dan Persoalan yang Tak Bisa Diabaikan

 

Di balik keberangkatan ratusan atlet tersebut, terdapat persoalan yang lebih besar daripada sekadar kesiapan bertanding: bagaimana memastikan kontingen tetap mendapatkan dukungan yang layak ketika sumber daya terbatas?

 

KONI Pessel menyatakan kebutuhan keberangkatan dan pertandingan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Karena lokasi pertandingan tersebar, koordinasi dengan masing-masing cabang olahraga juga menjadi faktor penting agar mobilisasi atlet, pelatih, dan ofisial tidak terganggu.

 

Situasi ini membuat efisiensi bukan lagi pilihan teknis semata. Pengelolaan anggaran akan menentukan bagaimana sumber daya yang terbatas dapat menopang kontingen selama Porprov berlangsung.

 

Namun, publik tentu memiliki kepentingan lebih jauh: keterbatasan anggaran jangan sampai berubah menjadi keterbatasan dukungan terhadap atlet yang telah menjalani proses pembinaan.

 

Prestasi Jangan Berhenti di Arena Porprov

 

KONI Pessel menyatakan para atlet tetap diminta berkonsentrasi pada persiapan, menjaga disiplin, dan membawa hasil pembinaan ke arena pertandingan.

 

Sebanyak 669 atlet di 39 cabor bukan angka kecil. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana pembinaan olahraga Pesisir Selatan bekerja ketika berhadapan dengan kompetisi tingkat provinsi.

 

Di sinilah ukuran keberhasilan tidak semestinya berhenti pada jumlah atlet yang diberangkatkan. Porprov juga menjadi momentum untuk melihat cabang olahraga mana yang berkembang, pembinaan mana yang efektif, serta bagian mana yang masih membutuhkan perhatian.

 

M. Adli didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Ronal Bernando, saat menyampaikan kesiapan kontingen tersebut.

 

Bagi Pessel, arena Porprov XVI bukan hanya panggung mengejar medali. Ia menjadi ujian terhadap ketahanan sistem pembinaan olahraga daerah—sekaligus menguji apakah semangat para atlet mampu berjalan beriringan dengan dukungan anggaran yang tersedia.

 

Jika anggaran memang terbatas, maka transparansi mengenai pengelolaannya menjadi semakin penting. Sebab di balik angka 669 atlet terdapat nama, tenaga, waktu, dan harapan anak-anak daerah yang akan membawa nama Pesisir Selatan ke arena pertandingan.

 

Porprov XVI dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Pessel telah memastikan keberangkatannya. Kini perhatian publik beralih pada satu hal: seberapa jauh keterbatasan anggaran dapat dikelola tanpa mengurangi ruang bagi atlet untuk berprestasi.

Dj/ RF biro Pesisir Selatan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    x