TANAH DATAR, MACAN SUMATERA – UMKM AMK Sakato Indonesia melaksanakan kunjungan industri dan studi banding ke sentra kerajinan tenun Pandai Sikek dan Kota Gadang, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring pelaku usaha sekaligus mendorong pengembangan industri kerajinan khas Sumatera Barat.
Rombongan UMKM AMK Sakato Indonesia mendapat pendampingan dari Wali Nagari setempat selama mengunjungi sentra kerajinan tenun dan kerajinan tangan Pandai Sikek. Dalam kunjungan tersebut, para peserta melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun serta berbagai produk kerajinan yang menjadi identitas daerah.

Kunjungan ke 2 Kerajinan amai setia
Ketua UMKM AMK Sakato Indonesia, M. Ihsan, menyerahkan piagam penghargaan kepada Pandai Sikek Art sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dedikasinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kerajinan tenun serta kerajinan khas Pandai Sikek.
Sementara itu, Ketua Umum UMKM AMK Sakato Indonesia, David Oktavianus, memberikan dukungan kepada para pelaku usaha kerajinan agar terus meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta menjaga warisan budaya Minangkabau melalui industri kreatif.
Wali Nagari setempat menyambut baik dukungan UMKM AMK Sakato dan mengapresiasi komitmennya dalam mengembangkan ekonomi masyarakat melalui kerajinan tradisional.
Kegiatan kunjungan industri dan studi banding ini bertujuan membina serta memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat melalui pembelajaran langsung dari sentra industri kreatif yang telah berkembang. Rombongan mengunjungi sentra kerajinan tenun Pandai Sikek dan sentra kerajinan perak Koto Gadang yang dikenal sebagai warisan budaya sekaligus pusat industri kreatif unggulan di Sumatera Barat.
Bagi para pelaku usaha, kunjungan ini memberikan manfaat dalam menambah wawasan mengenai proses produksi, inovasi produk, strategi pemasaran, hingga upaya menjaga kualitas kerajinan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Para perajin di Pandai Sikek terus melestarikan dan mengembangkan tenun songket tradisional yang telah menjadi bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Di sisi lain, para perajin Koto Gadang, Kabupaten Agam, terus memproduksi kerajinan perak filigri dan sulaman halus berkualitas tinggi yang telah dikenal hingga mancanegara.
Ketua Umum UMKM AMK Sakato Indonesia, David Oktavianus, mengatakan kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan ruang belajar langsung dari pusat keunggulan budaya dan industri kerajinan Sumatera Barat.
David Oktavianus berharap pengalaman dari kunjungan industri dan studi banding ini dapat menginspirasi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pasar tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Melalui kegiatan studi banding ini, UMKM AMK Sakato Indonesia mempererat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah nagari, dan para pengrajin agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal luas serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar