BNN Cetak Penyidik Profesional Melalui Pelatihan Jabatan Fungsional Penyidik Ahli Muda Tahun 2026

Redaksi MacanSumatra
3 Jun 2026 01:08
News 0 45
3 menit membaca

Jakarta, Macan Sumatra – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam upaya pemberantasan narkotika melalui Pelatihan Jabatan Fungsional Penyidik BNN Ahli Muda Tahun 2026. Setelah berlangsung secara daring sejak 4 Mei 2026, Deputi Pemberantasan BNN RI, Aswin Sipayung, resmi menutup kegiatan tersebut pada Selasa (2/6/2026).

BNN Tingkatkan Kompetensi Penyidik

Sebanyak 40 peserta dari satuan kerja pusat dan daerah mengikuti pelatihan ini. Selama pelatihan berlangsung, peserta menerima pembekalan komprehensif dari BNN.

BNN memberikan materi tentang strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), kode etik penyidik BNN, sistem peradilan pidana, penanganan tempat kejadian perkara, pengelolaan barang bukti, serta teknik penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika maupun prekursor narkotika.

Selain itu, BNN menghadirkan tenaga pengajar profesional dari berbagai institusi. Para pengajar berasal dari Mahkamah Agung, Kejaksaan Republik Indonesia, Kementerian Hukum dan HAM, Bareskrim Polri, serta sejumlah narasumber internal BNN yang berpengalaman dalam penegakan hukum narkotika.

Peserta Raih Hasil Sangat Memuaskan

Sementara itu, hasil pelatihan menunjukkan capaian yang membanggakan. Sebagian besar peserta berhasil meraih predikat sangat memuaskan dengan nilai rata-rata mencapai 92,34.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya komitmen peserta dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai aparat penegak hukum. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil memperkuat kemampuan teknis maupun pemahaman peserta dalam menghadapi tantangan pemberantasan narkotika.

Aswin Sipayung Tekankan Integritas Penyidik

Dalam sambutannya, Deputi Pemberantasan BNN RI Aswin Sipayung menegaskan bahwa perkembangan modus kejahatan narkotika yang semakin kompleks menuntut setiap penyidik untuk terus meningkatkan kemampuan, wawasan, dan integritas.

“Pelatihan ini hendaknya menjadi bekal yang berharga dalam menjalankan tugas sebagai penyidik yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi karena tantangan dalam pemberantasan narkotika terus berkembang,” ujarnya.

Selain kemampuan teknis, Aswin juga menegaskan pentingnya integritas moral dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah negara. Menurutnya, kedua aspek tersebut turut menentukan keberhasilan pemberantasan narkotika di Indonesia.

Penyidik Siap Hadapi Tantangan Narkotika

Lebih lanjut, Aswin menjelaskan bahwa setiap penyidik memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan untuk mendukung pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing.

“Kita harus menjadikan setiap langkah sebagai upaya bersama untuk melindungi bangsa dari ancaman narkotika. Saya berharap setelah kembali ke satuan kerja masing-masing, Saudara dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan,” tegasnya.

Penutupan pelatihan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pembelajaran. Namun demikian, kegiatan tersebut menjadi awal pengabdian yang lebih profesional bagi para peserta.

Berbekal pengetahuan, keterampilan, dan integritas yang semakin kuat, para penyidik diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efektivitas pemberantasan narkotika. Pada akhirnya, mereka dapat mendukung terwujudnya Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

#WarOnDrugsForHumanity

Sumber:

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN RI..

Penulis : Abk aceh,

Editor Amelia Suryani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x