Banjir Kepung Lakitan Tengah, Empat Kampung Terendam, BPBD Siagakan Perahu Karet

Redaksi MacanSumatra
21 Jul 2026 12:24
2 menit membaca

PESISIR SELATAN – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, sejak Senin (20/7/2026) siang hingga sore memicu meluapnya aliran sungai dan menyebabkan banjir yang merendam sedikitnya empat kampung.

Hingga Senin malam, genangan air masih bertahan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Air mulai memasuki permukiman warga sesaat setelah waktu Magrib. Dalam waktu singkat, banjir meluas ke Kampung Tanjung Durian, Air Kalam, Koto Lamo, dan Pulai.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menutup akses jalan utama di sejumlah titik sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) Lakitan Tengah, Okriman, mengatakan banjir masih menggenangi kawasan terdampak hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

“Empat kampung yang terdampak yakni Tanjung Durian, Air Kalam, Koto Lamo, dan Pulai,” ujarnya.

Menurutnya, ketinggian air di beberapa ruas jalan mencapai sepinggang orang dewasa, sementara sebagian besar rumah warga ikut terendam.

“Ketinggian air di beberapa ruas jalan mencapai sepinggang orang dewasa. Sebagian besar rumah warga juga ikut terendam,” katanya.

Meski kondisi cukup mengkhawatirkan, hingga Senin malam belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian harta benda akibat banjir tersebut.

“Hingga malam ini belum ada laporan korban jiwa maupun kehilangan harta benda,” tambah Okriman.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan telah menurunkan personel ke lokasi dengan membawa perahu karet untuk mendukung proses evakuasi apabila debit air kembali meningkat.

“Personel BPBD sudah berada di lokasi bersama perahu karet. Sampai saat ini situasi masih terkendali,” jelasnya.

Pemerintah daerah bersama tim siaga bencana terus memantau perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan dataran rendah, mengingat hujan masih berpotensi turun dan memicu banjir susulan.

Penulis: Dj/RF | Biro Pesisir Selatan

Editor: Amelia Suryani C.ILJ

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x