Kondisi jalan menuju SMPN 10 Tualang yang rusak parah dan belum disemenisasi.macansumatra.com | Tualang, Siak — Jalan sekolah rusak parah menuju SMP Negeri 10 Tualang, Kabupaten Siak, terus menuai keluhan dari siswa, warga, dan pihak sekolah karena pemerintah belum juga menyemenisasi jalan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan Kondisi jalan sekolah rusak parah ini telah berlangsung selama kurang lebih 5 tahun tanpa perbaikan. tanah tersebut memiliki banyak batu, lubang, serta kubangan air yang membuat akses menjadi licin dan berbahaya.
Kondisi ini semakin memburuk saat musim hujan, sehingga siswa harus ekstra hati-hati saat berangkat dan pulang sekolah.
Jalan sepanjang sekitar 300 meter ini sudah mengalami kerusakan parah selama kurang lebih 5 tahun tanpa perbaikan. Akibatnya, sebanyak 392 siswa dan 45 guru harus melintasi jalan tersebut setiap hari dalam kondisi yang tidak layak.
Seorang siswa mengungkapkan keluhannya kepada awak media. Ia mengatakan kondisi jalan tersebut sering membuat mereka terjatuh.
“Kami merasa sedih, Pak, karena pemerintah belum membeton jalan menuju sekolah kami. Kalau hujan, kami sering jatuh karena licin dan banyak genangan air,” ujarnya.
Ketua RT setempat juga membenarkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan perbaikan kepada pemerintah desa, namun hingga kini pemerintah belum merealisasikannya.
“Kami sudah mengajukan, tapi belum ada tindak lanjut. Kalau hujan, jalan ini seperti kubangan kerbau,” katanya.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya Bupati Siak, Dinas PUPR, dan Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah konkret. Mereka menilai kondisi jalan ini sangat penting karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Pihak sekolah juga berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk menyemenisasi jalan tersebut agar aktivitas belajar mengajar tidak terus terganggu.
Selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan ini juga menghambat aktivitas belajar siswa. Cuaca buruk sering membuat siswa terlambat dan berisiko menurunkan kualitas pendidikan jika pemerintah terus membiarkan kondisi ini.
Dengan kondisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat berharap pemerintah tidak lagi menunda. Jalan sekolah bukan sekadar akses, tetapi jalur masa depan anak-anak.
Sebagai acuan, masyarakat dapat melihat standar pembangunan jalan melalui situs resmi: https://pu.go.id
Penulis : Ronal munthe
Editor : Amelia Suryani


Tidak ada komentar