AKDBA Buleleng Tuntaskan Dua Penganyar di Pura Besakih, Soliditas Kian Kuat

Redaksi MacanSumatra
19 Apr 2026 17:58
2 menit membaca

Buleleng, Bali — AKDBA Buleleng menuntaskan penganyar di Pura Besakih dalam rangka Betara Turun Kabeh yang bertepatan dengan Purnama Kedasa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan nilai spiritual keluarga besar Pesemetonan Arya Kepakisan Dauh Baleagung (AKDBA) Kabupaten Buleleng.

Ketua Pesemetonan AKDBA Buleleng, Lanang Aryawan, menjelaskan bahwa pihaknya menggelar penganyar sebanyak dua kali.

Krama Buleleng Barat melaksanakan penganyar pertama pada Selasa, 14 April 2026. Kemudian, krama Buleleng Timur melaksanakan penganyar kedua pada Minggu, 19 April 2026.

“Kami menutup seluruh rangkaian penganyar AKDBA Buleleng Besakih hari ini. Semua berjalan lancar dan penuh makna,” ujar Lanang Aryawan.

Panitia memulai prosesi penganyar sekitar pukul 09.00 WITA. Umat mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat hingga selesai pukul 10.30 WITA.

Setelah itu, seluruh krama langsung melaksanakan persembahyangan bersama di kawasan pedarman, lalu melanjutkan persembahyangan ke Penataran Agung.

Kegiatan penganyar AKDBA Buleleng Besakih tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan. Kebersamaan antaranggota juga terlihat kuat saat seluruh peserta mengikuti makan bersama. Momen ini mempererat hubungan kekeluargaan dalam pesemetonan.

Lanang Aryawan menegaskan bahwa kegiatan ini membawa nilai positif bagi seluruh anggota. Ia berharap kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dan berkembang.

“Kami berharap seluruh keluarga besar AKDBA selalu mendapat tuntunan, perlindungan, dan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia di Pura Besakih. Menurutnya, kesiapan panitia membuat seluruh rangkaian penganyar AKDBA Buleleng Besakih berjalan tertib, lancar, dan penuh makna spiritual.

Ke depan, AKDBA Buleleng berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas dan kontribusi nyata pesemetonan bagi masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng.

Editor : Amelia Suryani

[MS007]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x