Presiden Prabowo Subianto Percepat Penanganan Sampah Nasional, Targetkan Indonesia Terkendali dalam 3 Tahun

Redaksi MacanSumatra
28 Apr 2026 21:58
Nasional 0 54
2 menit membaca

BANYUMAS — Presiden Prabowo Subianto mempercepat penanganan sampah nasional saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026).

Presiden menegaskan pemerintah pusat akan mendorong daerah mengadopsi sistem pengolahan modern.

Ia menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah bahwa 13 kabupaten sudah mulai mengembangkan model TPST BLE.

“Pemerintah pusat akan turun langsung membantu agar sistem ini lebih efektif,” tegas Presiden.

Pemerintah menetapkan penanganan sampah nasional sebagai prioritas. Presiden menargetkan pengendalian sampah di seluruh Indonesia dapat tercapai dalam waktu 2 hingga 3 tahun.

Proses pengolahan sampah menggunakan mesin conveyor di fasilitas TPST Banyumas

Aktivitas pengolahan sampah di TPST Banyumas menunjukkan sistem pengelolaan modern yang menjadi percontohan nasional.

Selain itu, Presiden mendukung target Pemerintah Kabupaten Banyumas yang ingin mewujudkan konsep zero waste to money pada 2028.

Ia menilai target tersebut realistis jika pemerintah pusat dan daerah bekerja bersama secara konsisten.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau proses pengolahan sampah di dalam fasilitas TPST.

Para pekerja mengoperasikan mesin conveyor untuk memilah sampah secara sistematis. Proses ini meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi volume limbah.

Presiden turut menyoroti inovasi produk hasil pengolahan sampah, seperti genteng berbahan daur ulang.

Presiden menyatakan produk tersebut lebih ekonomis dan layak digunakan dalam program bantuan perbaikan rumah.

“Genteng ini lebih sehat dan tidak berkarat seperti seng. Kita ingin masyarakat tinggal di lingkungan yang layak dan nyaman,” ujarnya.

Pemerintah akan mengintegrasikan hasil olahan sampah ke dalam program pembangunan.

Langkah ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Dengan strategi ini, penanganan sampah nasional tidak lagi sekadar program kebersihan.

Pemerintah menjadikannya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x