Sumber : lapangang di padangPadang, 2 Januari 2026 — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak dini hari kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, Jumat (2/1). Genangan air merendam kawasan permukiman warga serta beberapa ruas jalan utama, sehingga aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas terganggu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah yang terdampak banjir meliputi Ulak Karang, Kurao Pagang, Lubuk Buaya, lapai, gunung nago, lubuk minturun, tugu hitam serta Bungus Teluk Kabung. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mendekati satu meter di titik-titik tertentu, terutama di kawasan dataran rendah dan sekitar saluran drainase.
Banjir yang terjadi menyebabkan sejumlah akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mogok akibat nekat melintasi genangan air. Warga pun memilih menunda aktivitas, termasuk bekerja dan bersekolah, demi menghindari risiko kecelakaan.
Salah seorang warga Ulak Karang, Rizal (42), mengaku banjir membuat aktivitas warga lumpuh.
“Air mulai naik sejak subuh. Jalan terendam, motor banyak yang mogok, dan kami terpaksa menunda aktivitas karena tidak bisa keluar rumah,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga di Lubuk Buaya yang menyebut banjir kerap terjadi setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga berharap ada langkah penanganan yang lebih efektif agar banjir tidak terus berulang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyatakan telah menurunkan personel ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan pemantauan dan membantu warga.
“Kami terus memonitor kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada, karena potensi hujan masih ada dalam beberapa jam ke depan,” ujar petugas BPBD Kota Padang.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar menghindari wilayah genangan, tidak memaksakan diri melintasi jalan yang terendam, serta segera melapor jika kondisi banjir memburuk.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, banjir yang kembali terjadi ini menambah perhatian publik terhadap kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca ekstrem di Kota Padang.
Sumber : tim lapangan
Jurnalistik : Amelia Suryani


Tidak ada komentar