Bupati Siak,Sekolah Sambil Mantau Karhutla  

Redaksi MacanSumatra
5 Sep 2026 20:18
Peristiwa 0 85
3 menit membaca

Media macansumatra.com, Siak– Pendidikan hari ke 2 di Lemhannas, mendapatkan materi dari narasumber yang luar biasa. Kami terlibat dalam kegiatan bersama penguatan karakter kebangsaan, serta sepakat menjaga obor otonomi daerah tetap menyala meski tantangannya kini tak mudah.

Suatu kehormatan saat jasa Tuanku Sultan Syarif Kasim II sempat disampaikan pemateri ke hadapan para Kepala Daerah peserta pendidikan KPPD Lemhannas angkatan IV tahun 2026, yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.

Sembari pendidikan saya tetap membagi fokus memantau kondisi Siak, khususnya terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan dampak asapnya. Tetap memantau dan pemberian arahan-arahan pada jajaran.

Saya telah meminta setiap hari informasi kualitas udara atau ISPU terus diupdate ke publik dengan sejujur-jujurnya, dan per tanggal 4 September 2026 ISPU jam 15.00 Wib seluruh Kecamatan se Kabupaten Siak terpantau dalam kondisi tidak sehat.

Sumber apinya dilaporkan lebih besar dari karhutla di luar Kabupaten Siak, bahkan kiriman dari asap Provinsi tetangga akibat arah angin ke wilayah Riau. Namun demikian firespot ditemukan juga ada dari Siak. Di kecamatan Mempura sudah padam total; di kecamatan Sungai Mandau sudah padam dalam proses pendinginan; di kecamatan Dayun ada dua firespot masih proses pemadaman.

Atas kondisi dampak asap karhutla ini, dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat. Saya yakin dimanapun titik api berada, saat ini seluruh satgas Karhutla sedang bekerja keras memadamkannya. Kita berikan dukungan, dan batasi aktivitas berlebih sementara di luar ruangan.

Mengingat dampak asap karhutla tak bisa disepelekan, layanan kesehatan terus disiaga kan di seluruh Pustu dan RSUD. Saya juga sudah meminta Ketua TP PKK Kabupaten Siak untuk berkolaborasi mengajak seluruh kader PKK dan kader Posyandu untuk melayani masyarakat rentan.

Khusus untuk area terbakar di Kecamatan Dayun, berupa areal gambut yang ditanami sawit, telah dipastikan berada dalam kawasan hutan status Perhutanan Sosial dan area penyangga Taman Nasional Zamrud. Termasuk untuk karhutla di Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, masuk dalam area penyangga kawasan hutan Giam Siak Kecil.

Kepala api memang sudah terkendalikan dan tinggal proses pendinginan. Namun saya minta kita semua tidak lengah. Jaga wilayah masing-masing. Saling mengingatkan. Saling mengawasi.

Di tengah cuaca ekstrim dan masih massifnya ekspansi sawit, tantangan kita jelas tidak mudah menjaga wilayah Kabupaten Siak yang 60%-nya adalah gambut, dan memiliki luas 8.556,09 km² atau setara dengan 782.181 hektar. Ini mencapai hampir 13 kali luas DKI Jakarta. Butuh kesadaran kolektif, kolaborasi dan dukungan bersama menjagan Siak kita tercinta.

Kami berterimakasih atas bantuan banyak pihak, termasuk satgas Provinsi yang menurunkan pemadaman dari yg udara (water boombing). Atas kejadian di berbagai kawasan hutan ini saya sudah berkomunikasi dengan Sekjen Kementerian Kehutanan, Dirjen Perhutanan Sosial Kemenhut dan BKSDA Riau, karena semua wilayah ini di bawah kewenangannya dan kami siap berkolaborasi.

Sedangkan untuk wilayah terbakar di kawasan HGU, kami laporkan ke Kementerian ATR/BPN. Kami dari Pemkab Siak juga memberikan dukungan penuh penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh Polres Siak.Sabtu, 05-09-2026 .tutup bapati

RonalMunthe

Sumber : kanal resmi media pemkab kab.siak

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    x
    x