Resmi Ditutup, Festival Saruma 2025 Jadi Titik Tolak Halmahera Selatan Songsong 2026 dengan Semangat Agromaritim

Redaksi MacanSumatra
31 Des 2025 07:58
News 0 118
3 menit membaca

Halmahera Selatan, 31 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) secara resmi menutup rangkaian kegiatan tahunan Festival Saruma 2025 yang telah berlangsung meriah selama dua hari, 29–30 Desember 2025. Penutupan yang digelar di Labuha, ibukota Halsel, ini menjadi momen refleksi akhir tahun sekaligus penegasan visi pembangunan daerah: Agromaritim Berkelanjutan dan Filosofi Saruma.

​Acara penutupan dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, didampingi Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, Sekda Safiun Rajulan, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta disaksikan oleh ribuan masyarakat yang memadati lokasi.

​🌊 Agromaritim, Fondasi Ekonomi Masa Depan Halsel

​Dalam sambutannya, Bupati Basam Kasuba mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan penutupan festival sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan tahun 2025. Ia menekankan bahwa Halmahera Selatan harus melangkah maju dengan fokus pada sektor Agromaritim, yang mencakup potensi kelautan dan pertanian.

​”Tanpa terasa kita akan melangkah dan meninggalkan tahun 2025 untuk menuju tahun 2026. Nilai-nilai penting yang kita miliki harus terus kita dorong agar menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ujar Basam.

​Bupati Basam menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan, yang tidak lagi bergantung pada sumber daya terbatas, harus menjadi pegangan. Ia berharap semangat Agromaritim ini mampu memantik energi baru generasi muda untuk kembali ke daerah, mengelola potensi lokal, dan membangun Halsel dari desa.

​🤝 Simbol Kebersamaan dalam Filosofi Saruma

​Festival Saruma tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

​Basam mengungkapkan kebahagiaannya atas antusiasme masyarakat, yang puncaknya ditunjukkan melalui penampilan seni yang mengangkat tema Agromaritim, seperti tarian kolaborasi yang menggambarkan kekayaan bahari dan pertanian Halsel.

​Untuk melanjutkan semangat kebersamaan ini, rangkaian akhir tahun akan dilanjutkan pada 31 Desember 2025 dengan agenda kolosal: Rekor MURI makan 2.490 porsi edak atau gohu, makanan khas Halmahera Selatan

Foto jepretan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam Kasuba (berpakaian batik/resmi) sedang menyampaikan sambutan di atas panggung yang dihiasi dekorasi adat/festival. Di latar belakang terlihat ribuan masyarakat Halmahera Selatan yang hadir dan antusias.

Sumber, Alimudin ABD Fatah

​“Agenda ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan kuliner khas daerah kita kepada masyarakat luas,” jelas Basam, menekankan pentingnya promosi budaya untuk mengangkat nama Negeri Saruma di kancah nasional dan internasional.

​🛣️ Komitmen Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan

​Menutup sambutannya, Bupati Basam Kasuba menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di berbagai sektor. Ia menyoroti keberhasilan proyek strategis, yaitu rampungnya akses jalan Bacan–Bacan Barat pada tahun 2025.

​“Ke depan, kita akan terus membuka akses transportasi di seluruh wilayah Halmahera Selatan agar pertumbuhan ekonomi semakin optimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

​Festival Saruma 2025 ditutup dengan semangat persatuan, menandai kesiapan Halmahera Selatan menyongsong Tahun 2026 dengan optimisme tinggi dan menjadikan semangat Agromaritim serta Filosofi Saruma sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x