Aktivitas truk sampah di area TPA Air DinginPadang, 05 Februari 2026 – Kondisi TPA Air Dingin Padang semakin memprihatinkan dan menjadi perhatian serius masyarakat. Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah yang terus menggunung dan meluas setiap harinya.
Lokasi pembuangan akhir yang berada di wilayah Padang ini menerima ratusan ton limbah rumah tangga setiap hari. Truk pengangkut sampah tampak silih berganti membuang muatan, sementara alat berat hanya mampu meratakan sebagian kecil tumpukan yang semakin tinggi.
Pengelola TPA hingga kini masih menggunakan metode open dumping yang berisiko menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang. Limbah plastik mendominasi hamparan sampah yang bercampur dengan sisa makanan, kain, hingga material lainnya.
Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah ternak sapi terlihat bebas berkeliaran di area TPA Air Dingin Padang untuk mencari makan di antara tumpukan limbah. Kondisi ini berisiko memicu penyebaran penyakit serta pencemaran rantai makanan.
Berdasarkan perkiraan, Kota Padang menghasilkan sekitar 640 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitarDari total produksi sampah harian, petugas langsung mengangkut sekitar 400 hingga 450 ton ke TPA Air Dingin.Beban ini terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku semakin terganggu dengan bau menyengat yang kerap tercium, terutama saat angin bertiup ke arah permukiman.
“Kondisinya makin parah. Sampah terus bertambah, baunya kuat sekali, kami khawatir berdampak ke kesehatan keluarga,” ujar seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan serius terhadap sistem pengelolaan sampah. Mulai dari pengurangan sampah dari sumbernya, peningkatan fasilitas pengolahan, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan.
Jika kondisi TPA Air Dingin Padang tidak Jika pemerintah tidak segera menangani TPA Air Dingin Padang secara terencana dan berkelanjutan, lokasi ini akan terus menjadi sumber pencemaran lingkungan dan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat sekitar.
Jurnalistik : Amelia Suryani C.ILJ


Tidak ada komentar