
JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa tantangan terbesar TNI Angkatan Darat ke depan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan organisasi, tetapi memastikan proses regenerasi berjalan efektif guna melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang berkualitas. Pesan penting tersebut disampaikan Kasad saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) tiga Pangdam di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Dalam Sertijab tersebut, tiga pejabat Panglima Kodam resmi berganti sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi TNI AD. Rincian pergantian jabatan adalah sebagai berikut:
Selain tiga jabatan Pangdam, Kasad juga memimpin Sertijab sejumlah posisi strategis lainnya, yaitu:
Pergantian pejabat ini menjadi bagian dari strategi TNI AD untuk meningkatkan efektivitas, memperkuat kinerja satuan, dan memastikan kemampuan adaptasi organisasi terhadap dinamika tugas yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Jenderal Maruli menekankan bahwa pengalaman tugas di berbagai satuan menjadi modal penting bagi para perwira. Namun, menurutnya, inti dari kepemimpinan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, melainkan memastikan adanya kesinambungan melalui pemimpin-pemimpin baru yang mampu memperkuat organisasi.
“Tantangan terbesar bukan pada pekerjaannya, tetapi pada bagaimana kita mencetak pemimpin penerus yang mampu menjaga dan meningkatkan program yang sudah berjalan,” ujar Kasad.
Kasad juga menekankan pentingnya inovasi, kualitas pengabdian, serta kepedulian kepada masyarakat sebagai bagian dari profesionalisme prajurit TNI AD.
Pada kesempatan tersebut, Kasad mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk menjaga hubungan harmonis dengan TNI AU, TNI AL, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia mengajak para pemimpin satuan untuk hadir langsung di lapangan agar memahami situasi sebenarnya dan dapat mengambil keputusan yang akurat demi kepentingan rakyat.
Melalui rotasi jabatan ini, TNI AD berharap kualitas kinerja di seluruh jajaran semakin optimal, baik dalam tugas operasi militer maupun kegiatan kemanusiaan. Selain itu, proses regenerasi secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang responsif, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
(Dispenad)
Jurnalistik: www.macansumatra.com


Tidak ada komentar