Tanpa aliran air PDAM, ibu rumah tangga di Koto XI Tarusan harus bekerja ekstra menggunakan air hujan untuk keperluan dapur dan mencuci daging. TARATAK SUNGAI LUNDANG, Pesisir Selatan — 17 Februari 2026 — PDAM mati total Taratak selama satu minggu terakhir memicu krisis air bersih bagi warga Nagari Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kondisi ini memaksa masyarakat kembali menggunakan cara tradisional demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketiadaan pasokan air bersih membuat aktivitas domestik warga lumpuh. Kegiatan dasar seperti mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan sanitasi menjadi sangat terganggu. Banyak warga kini harus menghemat penggunaan air karena persediaan sangat terbatas.
Akibat PDAM mati total Taratak, warga terpaksa berjalan cukup jauh menuju sungai untuk mengambil air menggunakan ember dan jeriken. Sebagian warga bahkan mengandalkan air hujan sebagai satu-satunya sumber air bersih sementara.

Kondisi pemukiman di Taratak Sungai Lundang saat hujan turun; warga terpaksa memanen air hujan untuk kebutuhan mencuci dan mandi.
“Kalau hujan turun kami bersyukur, karena bisa menampung air untuk cadangan. Kalau tidak, kami harus bolak-balik ke sungai yang jaraknya lumayan jauh,” ujar seorang warga.
“Hingga saat ini, pihak berwenang belum memastikan penyebab pasti gangguan tersebut.”Warga mengaku tidak mendapatkan penjelasan resmi maupun kepastian waktu perbaikan dari pihak pengelola.
“Warga telah melaporkan keluhan kepada aparatur nagari, tetapi respons yang mereka terima belum memberikan solusi nyata.” Mereka berharap adanya tindakan cepat agar kondisi tidak semakin memburuk.
Masyarakat mendesak pihak PDAM Kabupaten Pesisir Selatan dan pemerintah daerah segera melakukan pengecekan lapangan untuk mengidentifikasi sumber masalah. Warga juga meminta bantuan distribusi air bersih sebagai solusi darurat selama masa perbaikan.
“Selain itu, warga berharap pihak terkait menyampaikan informasi secara transparan tentang penanganan gangguan agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian di tengah krisis kebutuhan dasar tersebut.”
https://pesisirselatankab.go.id
Sumber : laporan warga sekitar,
Jurnalistik : Amelia Suryani C.ILJ


Tidak ada komentar