Yayasan Rujukan Umat Terobos Daerah Terisolir: Bantuan Pendidikan & Logistik Tembus Sigiran yang Mulai Krisis

Redaksi MacanSumatra
9 Des 2025 12:06
News 0 178
2 menit membaca
 Tempat perkumpulan pembagian sembako

Sumber: MDTA generation muthmainnah membagikan sembako

AGAM, Desember 2025 — Yayasan Pendidikan Rujukan Umat yang beralamat di Jalan Bandas Beringgin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyalurkan bantuan untuk korban bencana longsor yang melanda Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Bantuan meliputi sembako, perlengkapan rumah tangga, pakaian layak pakai, serta dukungan pendidikan. Penyaluran ini terselenggara berkat sinergi para donatur bersama dua lembaga di bawah yayasan, yakni KITA Generation Muthmainnah dan Bimbel Student Clinic.

Bantuan Dibawa Dalam Iring-Iringan Logistik

Tim yayasan bertolak dari Padang dengan iring-iringan kendaraan logistik menuju Malalak setelah akses ke sejumlah titik mulai dapat dilalui. Setibanya di lokasi, tim langsung mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak seperti Toboh, salah satu titik terparah, serta menuju Sigiran, daerah yang hingga kini masih terisolir akibat akses jalan yang putus total.

Distribusi dilakukan dengan koordinasi perangkat nagari dan relawan lokal di area pengungsian dan perkampungan warga terdampak.


Sigiran Terisolir: “Banyak Bantuan Menumpuk di Toboh, Sementara Saudara Kita di Belakangnya Mulai Kelaparan”

Dalam peninjauan lapangan, tim relawan menemukan adanya ketimpangan distribusi bantuan. Putusnya akses setelah wilayah Toboh menyebabkan Sigiran sepenuhnya terisolir, sehingga bantuan menumpuk di daerah yang mudah dijangkau, sementara warga di Sigiran mulai mengalami krisis pasokan makanan.

Ketua Yayasan Pendidikan Rujukan Umat menyampaikan seruan penting kepada para donatur dan relawan:

“Kami melihat bantuan di Toboh sudah mulai mengalir. Namun saudara-saudara kita di Sigiran jauh lebih membutuhkan perhatian. Mereka terisolir sejak akses putus, dan saat ini mulai menghadapi ancaman kelaparan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sering kali hanya fokus pada titik yang terlihat mengalami kerusakan fisik berat, sementara daerah yang tidak terkena hantaman langsung justru “mati akses” dan mengalami kelaparan karena terjebak tanpa pasokan.

“Bagi donatur yang hendak menuju Toboh, mohon upayakan agar bantuan bisa menembus atau dialokasikan lebih banyak untuk Sigiran,” tegasnya.


Dukungan Pendidikan untuk Anak-Anak yang Kehilangan Perlengkapan Sekolah

Selain kebutuhan pokok, yayasan juga membawa bantuan pendidikan sebagai bentuk dukungan moral untuk anak-anak yang terdampak bencana dan kehilangan perlengkapan sekolah mereka.

Seorang warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kebutuhan harian kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang, ucapnya

  • Jurnalistik: Amelia

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x